Buku Tamu


ShoutMix chat widget
Latest Posts

Minggu, Maret 23, 2008

SEKOLAH : Wasting Time (bagian 1)

Berapa banyak waktu siswa yang terbuang di sekolah?

Sekolah, bagi kebanyakan siswa adalah benci tapi rindu. Ketika berada di sekolah banyak siswa yang tidak meyukai aktivitas pembelajaran , namun ketika saat libur panjang banyak siswa yang merindukan suasana sekolah.

Mengapa siswa kebanyakan tidak menyukai aktivitas pembelajaran ?
Ada banyak faktor yang menyebabkannya.
Pertama : guru datang ke kelas seperti zombie, tanpa ruh, tanpa semangat, masuk terlambat lalu menghabiskan waktu dengan marah-marah dan mencela siswa sambil menunggu bel tanda selesai pelajaran berbunyi dan waktu siswa terbuang percuma

kedua : Tanpa persiapan, guru mengajar tanpa persiapan yang matang sehingga pembelajaran tidak terskenario dengan benar akibatnya seringkali pembelajaran maenjadi tidak terarah dan tidak bermakna dan lebih parah lagi, karena tanpa persiapan guru menjadi bingung harus mengajar apa lalu ia pergi meninggalkan kelas dengan meninggalkan tugas mencatat yang melelahkan dan pastinya tidak menyenangkan , lagi-lagi waktu siswa terbuang percuma

Ketiga : insya Allah akan dilanjut besok mudah-mudahan koneksi internetnya nggak trouble
read more...

Sabtu, Maret 22, 2008

PABALIUT : Wajah Pendidikan Indonesia

“Pabaliut berarti seperti benang kusut, perlu upaya sungguh-sungguh dan kesabaran untuk bisa mengurai benang kusut.”

Sungguh para guru harus berbesar hati untuk mengakui bahwa kualitas pendidikan saat ini memang sudah berada dalam kondisi yang memprihatinkan, salah satu faktor signifikan dari rendahnya kualitas pendidikan adalah masih rendahnya kualitas profesional sebagian besar guru-guru. Jadi saat ini bukan saatnya guru terlalu banyak menuntut tanpa kita berusaha untuk memperbaiki kualitas profesional kita.

Tetapi tentunya bukan hanya guru yang harus berusaha memperbaiki diri, semua komponen yang terlibat dalam dunia pendidikan juga harus terus berusaha untuk memperbaiki diri. Apalah artinya guru yang profesional tetapi berada dalam sistem yang pabaliut.

Langkah-langkah apa saja untuk memperbaiki kualitas pendidikan di masa depan :

  1. Merombak kurikulum LPTK, LPTK harus seperti STAN atau AKABRI. Mahasiswa di jaring melalui suatu selekksi yang komprehensif kemudian setiap mahasiswa mendapat tunjangan ikatan dinas dan di asramakan, sebab selain penguasaan terhadap materi bidang studi , seorang guru adalah pendidik yang harus menguasai psikologi maupun pengetahuan dan pengalaman untuk pengembangan karakter.Calon guru harus juga dibekali dengan kepribadian yang paripurna. Jangan seperti sekarang ini banyak calon guru yang lulus dari kelas karyawan kelas jauh yang hanya belajar setiap hari sabtu selama 6 jam kemudian ujiannya gotong royong dimana kuliah hanya merupakan kegiatan formalitas untuk mengejar ijazah bagi mahasiswa dan untuk mengejar materi bagi para pengelolanya.
  2. Law enforcement, penegakkan hukum baik yang berupa undang-undang maupun peraturan di bidang pendidikan. Sekarang ini undang-undang bagus-bagus demikian juga peraturan tetapi semua itu hanya tersimpan di lemari pembuat kebijakan tanpa pernah dilaksanakan secara sungguh-sungguh.
  3. Jauhkan seleksi penerimaan guru dari praktek-praktek KKN. Seleksi penerimaan guru harus dilaksanakan dengan profesional menggunakan jasa konsultan atau perusahaan atau LPTK/Universitas dengan materi seleksi yang mengarah pada kompetensi yang harus dimiliki seorang guru, jangan seperti sekarang ini seleksi guru selain dipenuhi dengan praktek KKN juga materi seleksi tidak mengarah kepada menilai kompetensi yang harus dimiliki seorang guru.
  4. Buat peraturan yang membatasi jumlah siswa di kelas , kemudian lengakapi fasilitas standar yang harus dimiliki sekolah
  5. Birokrasi yang mengelola pendidikan harus benar-benar memahami fungsi dan tugas mereka. Jangan seperti sekarang ini ada Kepala Dinas Pendidikan yang karirnya bukan berasal dari dunia pendidikan. Buatlah peraturan misalnya ;

a. kepala dinas pendidikan kabupaten harus berpengalaman sekurang-kurangnya10 tahun menjadi guru dan 10 tahun menjadi kepala sekolah serta menunjukkan prestasi yang luar biasa selama menjadi guru dan kepala sekolah.

b. Kepala dinas pendidikan kecamatan dan seterusnya juga harus diberi syarat seperti di atas sehingga yangmenjadi pejabat birokrasi pendidikan benar-benar mereka yang berpengalaman dan mengerti pendidikan.

Demikialah beberapa langkah yang menurut hemat saya dapat meningkatkan kualitas pendidikan.

Salam bagi guru-guru yang telah menunjukkan dedikasinya.

read more...

MENCOBA BLOGGER

Setelah belajar sedikit dan mencoba membuat blog di wordpress, sekarang saya mencoba membuat blog di blogger, masih terasa sangat sulit.
read more...